cara budidaya bayam

5 Langkah Mudah Budidaya Bayam yang Menghasilkan

Budidaya Bayam– Dalam budidaya tanaman sayuran, tanaman bayam merupakan tanaman yang bisa ditanam tanpa pembibitan. Dengan kata lain, tanaman bayam bisa langsung ditanam di lahan tanam.

Jika anda lihat yang ada disekitar, maka jenis-jenis bayam yang biasa ditanam adalah bayam cabut, bayam petik, dan bayam yang biasa dicabut dan dipetik.

Biasanya, tanaman bayam tumbuh pada tanah dengan tingkat pH 6-7. Kondisi tanahnya gembur. Hal itu berarti bahwa tanaman bayam membutuhkan air yang cukup banyak.

Maka oleh karena itu, alangkah baiknya jika tanaman sayuran bayam ditanam pada musim hujan atau awal musim kemarau.

Itulah prolog dalam budidaya bayam. Nah, untuk mengetahui banyak tentang budidaya bayam, anda semestinya membaca artikel di bawah ini. Artikel ini akan menerangkan budidaya bayam dari awal hingga masa panen. Selamat membaca ya.

1. Persiapan Benih dalam Budidaya Bayam

cara budidaya bayam

youtube.com

Nah, untuk mempersiapkan benih bayam maka ada dua cara, yaitu dengan membeli di toko dan membuat benih sendiri. Benih bayam yang dapat ditanam, bisa anda dapatkan dari toko pertanian, syaratnya benih tersebut harus memiliki sertifikat.

Sebaliknya, benih yang dari buatan tangan sendiri, bisa didapatkan bibit-nya dari tanaman bayam yang sudah berusia 3 bulan.  Jika anda mengambilnya dari bibit yang terlalu muda, maka bibit tersebut tidak bisa bertahan lama jika disimpan. Selain itu, daya tumbuhnya juga kurang baik.

Cara pembuatan bibit tangan sendiri adalah dengan mengambil benih dari induk yang dikeringkan. Anda bisa mengeringkan bibit tersebut dengan menjemur-nya. Setelah kering, rontok-kan dalam satu wadah. Biasanya, benih yang dibutuhkan dalam penanaman bayam di lahan 100 meter persegi adalah 30-40 gram benih bayam.

Jika langkah di atas sudah dilakukan, maka anda bisa mempersiapkan tanah sebagai lahan penanaman bibit bayam. Silahkan baca pengolahan tanah untuk tanaman bayam di bawah ini.

2. Pengolahan Tanah dalam Budidaya Bayam

cara budidaya bayam

tanimandirijaya.files.wordpress.com

Nah, pada tahap pengolahan tanah untuk budidaya bayam ini, ada beberapa langkah. Jika anda ingin tahu tentang langkahnya ikuti saja langkah berikut.

  1. Gemburkan tanah atau lahan yang akan dipakai budidaya bayam dengan cara mencangkul-nya. Nah, kedalaman yang diperlukan untuk digemburkan kurang lebih 20-30 cm.
  2. Jika sudah, maka masuk dalam pembuatan bedengan atau guludan. Nah, panjangnya bedengan sesuai dengan lahan dan lebar 1 meter serta tinggi 25 cm. Adapun jarak antar bedengan kurang lebih 30 cm dan fungsinya sebagai parit.
  3. Tahap selanjutnya, campur-lah tanah bedengan tersebut dengan pupuk kandang, yang mana pupuk ini berguna sebagai pupuk dasar. Dosis pemberian pupuk kandang adalah setiap luas 100 meter persegi diberi pupuk seberat 100 kg.

Jika tiga tahap ini sudah diselesaikan, maka anda bisa melanjutkan ke tahap berikutnya, yaitu penanaman bibit bayam.

Baca Juga:
Cara Menanam Bawang Putih yang Baik
Budidaya Tomat yang Dapat Menghasilkan

3. Penanaman Bibit Bayam

cara budidaya bayam

pupukorganik.org

Setelah bibit dan lahan tanam sudah dipersiapkan, maka biji bayam bisa anda sebarkan di atas tanah tersebut. Anda bisa menyebarkannya secara berderet atau merata ke semua arah. Setelah itu, tutuplah dengan lapisan tanah tipis-tipis aja. Setiap bedengan butuh benih kurang lebih 3,63 gram.

4. Pemeliharaan Tanaman Bayam

cara menanam bayam

caratanam.com

Jika sudah berjalan lima hari setelah tanam, maka bibit bayam akan tumbuh menjadi tanaman bayam muda. Nah, pada masa inilah tanaman bayam butuh perawatan segera. Pemeliharaan tanaman tersebut meliputi penyiraman, pemupukan, penyiangan serta pemberantasan hama atau penyakit. Berikut ini penjelasannya:

1. Cara Penyiraman Tanaman Bayam

Yang pertama dilakukan dalam pemeliharaan adalah penyiraman. Penyiraman tanaman bayam dapat dilakukan setiap pagi dan sore. Sebaiknya, anda menyiram-nya dengan menggunakan sprayer yang halus karena akarnya masih muda dan belum kuat. Jika sudah terlihat kuat, bisa anda disiram dengan menggunakan selang air biasa.

2. Cara Pemupukan Tanaman Bayam

Adapun pemupukan bayam kali ini, anda bisa lakukan setelah satu minggu dari benih ditanam. Pupuk yang dibutuhkan dalam tahap pemupukan adalah 1,5kg urea, TSP 1 kg, dan KCl 0,75 untuk lahan 100 meter persegi. Caranya, anda sebarkan di sebelah kanan dan kiri bedengan secara menyebar. Pemupukan ini hanya dilakukan satu kali dalam satu musim tanaman.

3. Cara Penyiangan Tanaman Bayam

Jika ada tanaman, bisa dipastikan adanya tanaman pengganggu. Untuk menghilangkan tanaman yang mengganggu, anda harus melakukan tahap ini, yaitu penyiangan. Penyiangan tanaman harus dilakukan segera dengan cara mencabuti gulma dan rumput liar yang ada di sekitar tanaman.

Pada tahap ini juga, anda harus melakukan penjarangan. Apabila tanaman bayam saling berdesakan dan rapat maka jarangkanlah agar tidak terlalu dekat. Proses ini dijuluki dengan istilah penjarangan. Caranya dengan mencabut tanaman yang pertumbuhannya tidak bagus atau terjepit.

4. Cara Penanggulangan Hama

Meski tanaman bayam ini berumur cukup pendek, namun pengendalian hama dan penyakit tetap harus diperhatikan. Sebab, hama dan penyakit sangat cepat menyebar dalam waktu singkat. Nah, biasanya hama dan penyakit yang menyerang tanaman bayam ada tiga, yaitu:

  1. Kutu daun
  2. Ulat daun
  3. Penyakit Rebah kecambah

Untuk mengetahui secara mendalam tentang hama dan penyakit tanaman bayam, anda bisa membaca artikel saya yang lain.

Pengendalian hama tanaman bayam bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida. Dosisnya 1-2 g atau 1-2 cc untuk tiap liter air sedangkan luas lahan 10 meter persegi. Jadi, untuk lahan yang luasnya 100 meter persegi dibutuhkan 20 ml insektisida.

Insektisida bisa dilakukan sebelum dan setelah hama terlihat. Jika dilakukan sebelum hama terlihat atau ada, maka penyemprotan isektisida berguna sebagai pencegah serangan hama. Sebaliknya, apabila dilakukan setelah hama terlihat, maka insektisida berguna sebagai pembasmi hama.

Penyemprotan insektisida dilakukan pada saat tanaman bayam berumur 10-14 hari setelah tanam atau ketika gelaja penyakit dan hama terlihat. Dalam penyemprotan, gunakan hand sprayer. Cara ini juga bisa anda terapkan pada penyemprotan fungisida. Sebaiknya, seminggu sebelum panen, tanaman tidak disemprot pestisida.

5. Pasca Panen Tanaman Bayam

cara budidaya bayam

usahamimpi.com

Nah, inilah tahap terakhir setelah beberapa langkah sudah anda lalui. Yang mana tahap ini adalah tahap yang ditunggu-tunggu, yaitu panen.

Perlu diketahui bahwa tanaman bayam cabut dan bayam petik berbeda waktu panen-nya. Biasanya, bayam cabut bisa langsung dipanen ketika berumur 3-4 minggu setelah tanam. Sementara itu, bayam petik dipanen ketika tanaman bayam berumur 1-1,5 bulan setelah tanam. Jadi, selisih antar keduanya mirip, yaitu kurang lebih satu minggu.

Bayam cabut dipanen dengan cara mencabut pohonnya sampai ke akar-akarnya. Sementara itu, bayam petik dipanen dengan cara memotong sampai batang bayam-nya saja. Setelah itu, sisanya biarkan saja hingga tumbuh lagi. Anda bisa memanen-nya pada minggu berikutnya.

Setelah dipanen, bayam harus segera diangkut ke pasar untuk dijual ke konsumen. Sebab, kesegaran bayam tidak berjangka waktu lama. Tentunya, jika kelamaan maka bayam akan kehilangan kesegarannya. Agar kesegarannya lebih lama, anda bisa memerciki bayam dengan air atau merendam akarnya ke dalam air selama beberapa saat.

Nah, itu semua trik dan cara budidaya bayam yang bisa menghasilkan. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi semua pembaca. Jika bermanfaat, jangan lupa share atau bagikan ke orang lain ya. cukup sekian dan terimakasih.

Orang juga banyak mencari:

1. cara menanam bayam dalam polybag 2. cara menanam bayam potong3. cara menanam sayur bayam dan kangkung4. cara menanam bayam dari batang 5. cara menanam bayam hidroponik 6. cara menanam bayam merah 7. jelaskan proses budidaya bayam 8. makalah budidaya tanaman bayam

Leave a Reply