Budidaya Lebah Madu 

Budidaya Lebah Madu – Artikel ini membahas tentang lebah madu yang cukup kompleks, cara dan proses budidaya lebah madu, sarana prasarana dalam budidaya lebah madu, bahan dan tempat budidaya lebah madu, jenis lebah madu, khasiat/manfaat lebah madu, makanan lebah madu, dan daerah asalnya, ratu lebah, cara memanen madu, dan cara mengestrak madu. Kami juga juga menjual madu sarang, bila anda ingin tahu lebih spesifik, bisa klik ini atau ini.

Proses Budidaya Madu Lebah

Budidaya Lebah Madu 
medcom.id

Modal dasar dan yang paling utama bagi orang yang ingin ternak atau budidaya lebah madu yaitu pengenalan tentang lebah madu dan pengetahuan tentang cara dan proses budidaya lebah madu yang benar. Adapun tentang modal atau budget itu sudah tentu sangat penting.

Modal atau budget kedepannya akan digunakan sebagai modal persiapan sarana dan prasarana budidaya madu sepeti, tembat sarang lebah dan pembelian lebah untuk jangka beberapa periode.

Pada Subbab berikut ini akan diterangkan banyak hal yang menyangkut apa yang harus diketahui, alat dan bahan apa yang harus disiapkan, tempat bagaimana yang harus dipilih dan bagaimana prosesnya ketika terjun dalam budidaya lebah madu.

Sarana dan Prasarana Budidaya Lebah Madu

Ternak lebah membutuh peralatan dan bahan khusus untuk budidaya lebah madu. Peralatan dan bahan tersebut bisa dibuat sendiri atau beli di tempat-tempat yang khusus menyediakan peralatan dan bahan untuk budidaya lebah madu.

Berikut ini bahan, sarana dan prasarana budidaya lebah yang dibutuhkan oleh pemula.

  • Tempat sarang lebah madu berupa kotak yang terbuat biasa terbuat dari kayu yang tidak ulet dan keras seperti kayu mahoni dan suren dengan 3 cm. Tempat sarang lebah ini, juga tidak harus dari kayu, bisa juga dengan bambu, sebagaimana orang tradisional dulu membuat sarang lebah.
  • Tempat makanan
  • Alat pengasap untuk menjinakkan lebah yang ganas
  • Pakaian khusus pelindung dari sengatan lebah (bisa juga dengan pakaian yang tebal), sarung tangan, dan masker khusus pelindung wajah dan kepala
  • Sikat sisiran dan sapu untuk membersihkan sarang dari lebah yang menempel, ketika mau mengambil hasilnya
  • Pengungkit sisiran
  • Penyekat ratu lebah
  • Ekstraktor, alat untuk mengestrak madu
  • Pallen trap, alat khusus untuk memanen bee pollen
  • Frame royal jelly, alat khusus memanen royal jelly

Tempat Budidaya Lebah Madu yang Bagus

Tidak sembarang tempat cocok sebagai lokasi budidaya lebah madu. Diperlukan tempat-tempat tertentu, supaya lebah madu yang sedang diternak mendapat  makanan dengan maksimal, kenyamanan, dan hal-hal lain yang dapat menunjang produktivitas lebah madu.

Bagi peternak madu harus tahu dimana lokasi-lokasi yang dapat membuat lebah lebih banyak menghasilkan madu. Berikut ini karakteristik lokasi yang baik untuk ternak lebah madu.

  • Lokasi dengan suhu yang bagus untuk budidaya lebah madu, yaitu sekitar 25 derajat celsius
  • Lokasi dekat dengan tempat yang banyak bunga, karena lebah sangat suka nektar bunga yang sangat menunjang bagi kualitas dan kuantitas hasil produktivitas lebah, entah itu madu, propolis dan bee polen
  • Lokasi budidaya lebah madu harus jauh dari keramaian
  • Lokasi budidaya lebah madu tidak jadi tempat lalu lalang manusia
  • Lokasi yang terbuka jauh lebih baik untuk budidaya lebah madu

Cara Budidaya Lebah Madu

Memilih Bibit Lebah Unggulan

Banyak di pasaran, orang yang menjual bibit lebah, tentu tidak semua yang ditawarkan dianggap unggulan semua.

Supaya budidaya lebah madu mencapai sukses dan sesuai target, maka harus pemilihan bibit lebah harus memang benar-benar yang baik.

Sebelum membeli bibit lebah, maka perlu dipelajari bagaimana bibit lebah unggulan dan cari banyak informasi tentang penjual bibit madu.

Berikut ini ciri-ciri bibit lebah unggulan:

  • Memiliki ratu lebah dengan usia 3 bulan -1 tahun dengan tampilan fisik terlihat bagus dan baik.
  • Telur yang dihasilkan Ratu lebah kualitasnya bagus dan jumlahnya banyak.
  • Larva yang dihasilkan terlihat lebih segar dan bagus.
  • Hasil pruduksi lebah berkualitas baik dan lebih banyak entah itu madunya, royal jellynya, bee polennya, dan propolisnya.
  • Biasanya lebah yang bagus itu lebih agresif.

Menggembala Lebah Madu

Pagi peternak yang diharapkan dalam budidaya lebah madu yaitu hasil yang maksimal dan berkualitas. Supaya lebah madu menghasilkan madu berkualitas, bee pollen dan royal jelly yang bagus dan hasil yang maksimal, maka lebah tersebut harus digembalakan di tempat-tempat yang mengandung makanan lebah dan banyak bunga di perkebunan.

Biasanya peternak lebah mengembalakan peliharaanya di bulan Mei sampai September. Pada waktu tersebut peternak mendapatkan hasil yang cukup melimpah, karena itu musim di mana tumbuhan banyak berbunga.

Peternak madu di Indonesia bisanya menggembalakan lebah madunya di perkebunan tertentu seperti kebun randu, karet, kapuk, rambutan, lengkeng, mangga, kopi, dan duwet, sehingga rasa madu yang dihasilkan sesuai nektar bunganya.

Makanya di Indonesia, nama madu dinisbatkan pada nama pohon atau tumbuhan yang nektarnya menjadi cikal-bakal madu tersebut. Contohnya madu randu, yaitu madu yang dihasilkan dari nektar bunga randu.

Di musim paceklik, di mana tumbuhan tidak berbunga bahkan ada yang mati, peternak harus mencari solusi untuk menutupi masa vakum tersebut, supaya kegiatan budidaya lebah madu tetap kondusif.

Karena di masa tersebut, jika para peternak tidak mengembangkan peternakan lebahnya, mereka bisa mengalami kerugian. Sebab perawatan lebah madu juga membutuhkan biaya.

Cara Perawatan Lebah Madu

Perawatan lebah madu sangat diperlukan, untuk menjaga kesehatan dan keberlangsungan hidup lebah dengan baik. Berikut ini beberapa hal yang diperlukan dapalm perawatan lebah madu.

  • Memeriksa lebah madu apakah ada yang terkena penyakit, jika terkena penyakit maka yang sakit harus dipisahkan dari yang koloninya, supaya penyakitnya tidak menyebar ke yang sehat dan supaya tidak mengganggunya juga
  • Menggembalakan lebah, sebagaimana yang telah diterangkan
  • Bersihkan kotak atau stup lebah dari kotoran atau serangga yang lainnya, akan lebih baik jika di kaki stupnya diberi tatakan air
  • Selain digembalakan madu juga perlu diberi makanan tambahan yang lain yaitu air gula dengan kadar 1:1, karena di musim panas atau dingin seperti di eropa, lebah bisa kekurangan makanan
  • Jika lokasi di sekitar sarang sudah tidak ada tumbuhan yang berbunga, maka perlu dipindahkan pada tempat yang banyak bunga, waktu pemindahannya sebaiknya waktu malam hari, karena lebah sedang tidak aktif

Makanan/Pakan Lebah Madu

Makanan lebah madu pada dasarnya nektar dan pollen (serbuk sari atau tepung sari). Selain itu lebah juga membutuhkan air. Sedangkan makanan larva berupa royal jelly (campuran nektar, pollen dan madu).

Setelah tiga hari larva pekerja dan larva drone tidak diberi makan royal jelly, tapi diberi bee bread (yang terbuat dari campuran antara madu dan serbuk sari yang sangat kaya akan protein dan karbohidrat). Hanya larva ratu yang masih diberi royal jelly.

Lebah sendiri juga menjadikan madu yang asalnya dari nektar sebagai makanan. Mereka akan membuat cadangan madu sebagai bahan makanan di musim tertentu ketika tumbuhan tidak berbunga.

Satu koloni madu diperkirakan membutuhkan 100 pon madu untuk bisa bertahan di musim dingin, jika mereka kehabisan madu atau tidak mendapatkan makanan cadangan lain mereka bisa menjadi kanibal, sehingga mereka akan memakan telur dan larva yang ada di koloni tersebut.

Jika hal itu dibiarkan, maka peternak bisa mengalami kerugian. Peternak lebah harus tetap waspada, jangan sampai madu cadangan tersebut menipis atau bahkan habis.

Untuk menghindari hal tersebut, maka sebaiknya mereka juga memberi makan mereka dengan gula yang dicampur air dengan takaran 1:1, terutama di musim panas dan dingin.

Kendala Budidaya Lebah Madu

Kendala ternak lebah madu itu sering menimpa banyak peternak, tapi bukan berarti hal tersebut membuat putus asa atau takut untuk bekerja di profesi ini. Karena sejatinya dalam semua usaha bisnis dan semisalnya tak luput dari kendala dan masalah. Hal ini harus diketahui dan dipelajari peternak madu, untuk kemudian dicarikan solusinya, supaya usaha yang dia jalankan berjalan lancar.

Berikut ini kendala-kendala ternak lebah madu:

  • Cuaca Alam

Cuaca yang tidak menetu menyebabkan, menjadi kendala sendiri bagi pembudidaya lebah madu. Peternak yang yang sedang budidaya lebah madu kelengkeng, yang biasanya biasanya panen di bulan September, mereka menggembalakan lebahnya di daerah Ambarawa.

Ternyata prediksi mereka meleset. Pohon kelengkeng ternyata tak berbunga, karena pengaruh cuaca yang tak menentu.

Peternak yang terlanjur menggembalakan lebahnya di tempat tersebut mengalami mengalami kerugian, karena banyak lebah mati karena kelaparan. Selain itu, mereka juga rugi tenaga, waktu dan biaya transportasi.

Di pulau Jawa, banyak lahan sudah dialihfungsikan. Tentu, hal itu mengurangi tingkat produksi madu. Selain itu, hal tersebut juga memicu persingan perebutan lahan pakan, yang tak sehat antar sesama peternak lebah.

  • Pengusiran

Pengusiran lebah merupakan sikap yang sangat tidak menguntungkan untuk budidaya lebah madu. Sebagian masyarakat tertentu mereka mengusir lebah yang mencari pakan nektar, di lahan atau kebun mereka.

Lebah tersebut mereka anggap serangga pengganggu atau hama. Selain itu mereka juga akan memberi tarif yang tinggi, bagi penyewaan lahan untuk ternak lebah.

Jika asumsi seperti itu masih melekat di banyak masyarakat, tentu bisa membawa gangguan pada produktifitas lebah. Padahal justru lebah madu itu membantu penyerbukan pada tanaman.

Di sebagian negara, pemilik kebun malah justru meminta dan membayar peternak lebah untuk menggembalakan lebahnya di perkebunannya.

Keduanya saling diuntungkan, pembudidaya lebah madu mendapat pakan nektar dan pemilik kebun mendapat penyerbukan tanaman mereka dari lebah. Hal tersebut justru dapat meningkatkan hasil perkebunan.

Waktu Memanen Madu yang Tepat

Memanen madu butuh waktu yang tepat, supaya hasil panennya maksimal. Waktu panen madu yang tepat, yaitu setelah musim bunga yang banyak nektanya, di daerah gembalaan atau pertengahan musim bunga. Hal itu bertepatan dengan waktu dua atau tiga minggu setelah nektar utamanya menjadi madu.

Tentu yang penting dalam budidaya lebah madu bukan hanya waktu memanen yang tepat, supaya hasil maksimal, tapi juga harus mencari lahan yang memang menghasilkan bunga yang banyak dan maksimal. Sangat perlu dipelajar i juga mana lahan yang berpotensi mengahsilkan bunga yang banyak dan maksimal.

Ada banyak pohon yang menghasilkan bunga yang kaya akan nektar, seperti mahoni, randu, karet, sono keling, kaliandra merah, pucuk akasia mangium, dan akasia auriculyformis.

Adapun seperti bunga jagung (zea mayz) dan bunga salak hanya menghasilkan beepollen (bee bread).

Ketika bunga sudah banyak yang bermekaran dan banyak lebah terlihat terbang keluar masuk sarang, maka itu ciri-ciri lebah sedang memakan nektar dan mengumpulkan madu.

Jika bunga di lokasi ternak sedikit, maka otomatis aktifitas hilir mudik lebah sangat berkurang. Semakin banyak bunga yang ada, maka semakin lama aktifitas lebah, keluar masuk sarang dan hilir mudik.

Tanda-tanda sarang lebah sudah banyak terisi madu dan sudah siap panen yaitu, stupnya terasa berat karena penuh dengan madu. Selain itu, sisiran sarang lebah banyak dipenuhi madu yang sudah tertutup oleh malam lebah dan bees wax.

Dan yang perlu diperhatikan juga yaitu, jangan memanen di akhir musim panas dan awal musim gugur, karena pada waktu itu lebah berhenti menghasilkan madu.

Jumlah hasil panen madu, dipengaruhi dengan, waktu atau musim yang tepat untuk memanen, ukuran sarang, musim keberuntungan, dan cara memanen yang tepat.

Secara umum, dalam kondisi normal, satu sarang lebah dapat menghasilkan 1,6 kg.

Alat untuk Memanen & Mengekstrak Madu

Sebelum memulai memanen dan mengekstrak madu, dipastikan peralatan sudah bersih. Berikut ini sarana dan prasarana yang harus disiapkan ketika budidaya lebah madu.

  • Topi bertudung yang menutup kepala
  • Sarung tangan sampai siku
  • Pakaian terusan lengan panjang yang cukup tebal dan tahan sengatan
  • Celana panjang yang cukup tebal
  • Pakaian khusus peternak lebah (opsional)
  • Alat pengasap
  • Kertas atau koran untuk dibakar dan untuk pengasap
  • Linggis kecil atau semisalnnya untuk mencongkel/membuka kotak/stup
  • Sikat dan sapu
  • Alat elektronik untuk peniup udara (opsional)
  • Bingkai sarang lebah sebagai cadangan
  • Pisau dapur, pisau mentega atau garpu untuk membuka sarang lebah
  • Ekstraktor, alat khusus pengestrak (opsional)
  • Ember/wadah untuk mengestrak
  • Ember/wadah untuk menampung
  • Kain nilon berjaring, kain keju, kantong berjaring atau kain keju
  • Lumpang besar
  • Corong
  • Botol atau stoples dari plastik atau kaca
  • Pallen trap, alat khusus untuk memanen bee pollen
  • Frame royal jelly, alat khusus memanen royal jelly

Cara Memanen Madu Lebah

Cara memanen madu lebah yang baik memang harus dipelajari bagi peternak lebah, supaya hasilnya bisa maksimal dan terhindar dari serangan lebah.

  • Menentukan waktu (eksekusi) untuk memanen

Yang dimaksud menentukan waktu di sini bukan waktu siap panen, sebagaimana yang telah diterangkan di atas.

Yang dimaksud waktu disini yaitu, waktu eksekusi pengambilan madu, apakah itu di waktu malam atau siang? dan jam berapa? Waktu eksekusi yang tepat, yaitu sekitar pukul 09.00-16.00.

  • Memakai pakaian pelindung

Keamanan itu memang hal yang paling utama dalam bekerja, bahkan lebih utama dari hasil kerja tersebut. Oleh karena itu peralatan yang menyangkut keamanan, benar-benar harus disiapkan dan dioperasikan.

Upaya menjaga keamanan dalam memanen lebah, yaitu dengan memakai pakaian panjang (baju dan celana) yang cukup tebal supaya sengatan lebah tidak dapat menembus pakaian, sarung tangan yang tebal, dan topi bertudung yang menutupi kepala.

Jika ingin lebih nyaman sebaiknya memakai pakaian yang dibuat khusus untuk panen lebah.

  • Mengusir lebah dengan asap

Biasanya peternak lebah memiliki alat pengasap khusus. Alat tersebut berupa suatu wadah kaleng atau semisalnya yang memiliki corong yang berlubang. Kemudian kertas dibakar di dalamya sehingga mengeluarkan asap dari lubang corong tersebut.

Bagaimana cara menggunakan alat pengasap tersebut? yaitu dengan mengasapi sekeliling penutup kotak lebah, kemudian buka penutup bagian atas tersebut dan embuskan asap ke dalam. Hal tersebut akan membuat lebah turun ke dasar sarang.

Ketika asap menembus sarang lebah, lebah akan mengira sarangnya terbakar. Lebah akan bereaksi dengan membasahi tubuhnya dengan madu. Mungkin lebah mengira hal itu akan melindungi mereka dari kebakaran.

Hal tersebut justru membuat lebah jadi lemah, sehingga tidak begitu agresif untuk menyerang. Meskipun begitu pakaian keamanan tetaplah penting.

Hal yang sangat perlu diperhatikan dalam pengasapan yaitu, jangan mengasapi sarang secara berlebihan karena hal tersebut dapat mempengaruhi rasa madu bahkan merusaknya.

  • Membuka penutup kotak bagian dalam

Penutup tersebut biasanya cukup erat melengket pada kotak, sehingga membuka diperlukan alat congkel, bisa linggis kecil atau semisalnya.

Kenapa penutup tersebut melekat erat dengan kota? Karena bagian-bagian ujung kotak tersebut ditempeli propolis yang memiliki daya rekat yang kuat.

  • Memisahkan lebah yang menempel sarang

Lebah yang menempel pada sarangnya, maka harus dipisahkan. Cara yang terbaik memishkan lebah dengan sangkarnya yaitu dengan menggunakan alat peniup udara elektronik yang berukuran kecil.

Tiupan angin yang keluar dari alat tersebut diarahkan ke lebah sampai memisah dari sarangnya. Tapi jika ada lebah yang terjebak di madu dan tak bisa keluar maka harus dipisahkan dengan tangan.

Jika alat ini tak ada, maka opsi kedua adalah menyikat lebah sampai terpisah, cara ini kadang bisa membuat lebah merasa terancam sehingga bisa menyerang.

  • Membuka sarang lebah

Cara membuka sarang lebah yaitu dengan menggunakan pisau atau semisalnya untuk mengelupas lilin dan membuka dua sisi bingkai sarang yang melekat. Bingkai yang melekat dengan sarang, disebabkan oleh lilin lebah yang punya daya rekat yang kuat.

Bisa juga dengan membuka bagian luar sarang lebah, kemudian lepas bingkai yang ada kemudian diselipkan bingkai yang lain. Hal ini dapat mengurangi interaksi dengan lebah yang sedang agresif karena terganggu.

  • Memindahkan sarang lebah ke wadah tertutup 

Sarang lebah yang dibiarkan terbuka, aromanya akan mengundang lebah-lebah untuk mengumpul di sarnag tersebut. Lebah tersebut akan memakan dan mengambil sarang tersebut.

Hal ini tentu akan menyulitkan dalam mengestrak madu dan mengurangi hasil madunya.

  • Segera Mengekstrak Sarang Lebah setelah Memanennya

Madu yang baru dipanen, masih mempunyai kadar kecairan yang lumayan, sehingga proses mengekstraknya cukup mudah dan madu akan cepat mencair.

  • Menyimpan di tempat hangat atau di terik matahari

Jika sarang madu yang sudah dipanen tak segera diekstrak, maka ia akan lebih mengeras dan membeku. Supaya proses ekstraksinya lebih cepat maka perlu dihangatkan.

Cara Mengekstrak Madu tanpa Alat Pengestrak/Mesin

  • Memasukkan Madu di Ember atau Wadah Semisalnya

Sarang madu dipatahkan hingga kecil-kecil, supaya ember mampu menampung lebih banyak sarang madu. Yang perlu diperhatikan sarang madu harus sudah bersih dari lebah yang masih melekat.

  • Menghaluskan Sarang Madu

Untuk menghaluskan sarang lebah, bisa menggunakan lumpang besar. Sarang harus benar-benar jadi halus dan lunak.

  • Menyaring Sarang Madu

Kain nilon, saringan atau beberapa kain keju dipasang di atas ember. Kemudian sarang madu yang sudah ditumbuk halus dituangkan di atasnya. Tunggu beberapa saat, maka madu akan tersaring, memisah dan mengalir ke dalam ember.

Semakin halus sarang lebah yang ditumbuk, maka semakin cepat mengalir. Meskipun begitu, juga akan didapati sarang madu yang masih melekat dan menempel di pinggiran ember dan tidak dapat mengalir.

Hal tersebut bisa diatasi dengan menggunakan alat pengikis untuk mengikis dan melepas sarang lebah yang menempel.

Cara Mengekstrak Madu dengan Alat Pengestrak/Mesin

Alat pengestrak banyak dijual di pasaran dengan model manual dan ada yang elektronik. Sebelum memakai alat tersebut, pastikan dulu bagaimana cara kerjanya sesuai petunjuk yang ada. Setiap alat mempunyai ciri khas masing-masing.

Berikut ini teknik mengekstrak sarang lebah secara umum:

  • Masukkan sarang madu beserta bingkainnya ke dalam tabung yang tersedia. Pada umumnya, bingkai sarang lebah harus juga ikut dimasukkan ke dalam tabung tersebut, apapun itu jenis alatnya.
  • Cepit bingkai sarang tersebut
  • Memutar bingkai sarang yang telah terpasang dan terjepit dengan alat tersebut. Pemutaran tersebut ada yang manual dengan tangan dan ada yang dengan mesin penggerak.
  • Ketika bingkai sarang tersebut berputar, madu akan mencair dan mengalir turun.
  • Menyaring madu dengan menggunakan beberapa kain keju. Kain tersebut diletakkan di atas ember atau wadah sejenisnya dan diikat.
  • Wadah atau ember tersebut ditaruh di bawah alat pengekstrak, kemudian madu di dalamnya dialirkan ke wadah atau ember tersebut.
  • Penyaringan tersebut akan memisahkan lilin, serpihan sarang, atau kotoran yang masuk.

Cara Mengemas Madu

Mengemas madu memang memerlukan cara-cara khusus, sehingga madu bisa terjaga kebersihannya, keawetannya dan kualitasnya. Berikut ini cara mengemas madu yang baik:

  • Menggunakan Wadah Kaca atau Plastik
  • Mensterilkan wadah yang pernah dipakai atau belum pernah, dengan cara mencuci sampai benar-benar bersih. Jangan lupa memakai sabun. Wadah bersih akan mencegah madu terkontaminasi.
  • Wadah atau stoples yang sudah diisi madu, ditutup sampai kedap udara.
  • Ditunggu dan diawasai selama beberapa hari, ketika itu kotoran yang masih ada akan naik kepermukaan dan harus dibuang.
  • Tutuplah kembali wadah tersebut sampai kedap udara. Selama itu madu sudah layak dikonsumsi.
  • Setelah pengambilan madu untuk dikonsumsi, maka wadah harus ditutup kembali sampai kedap udara.
  • Selama wadah tertutup rapat, madu organik akan awet selama berbulan-bulan pada suhu ruang.

Sekian tentang Budidaya Lebah Madu yang bisa kami share.

Tinggalkan komentar