kegiatan bermanfaat santri

4 Kegiatan Bermanfaat Pesantren

Kegiatan Bermanfaat Pesantren

Pondok pesantren-Masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan kata pondok pesantren. Hampir seluruh orang tahu apa itu pesantren. Mungkin anda termasuk yang sudah tahu tentang pesantren secara umum.

Oleh karena itu, saya di sini akan menceritakan hal-hal yang mengesankan buat anda, memberi manfaat buat anda dan bisa disebarluaskan ilmunya. Tentunya, yang saya ceritakan adalah pengalaman saya dalam menyantri.

Well, kegiatan pesantren bisa dibilang semuanya positif. Namun, terkadang kita melihat ada seseorang yang dari pondok pesantren namun dia buruk. Menurut saya pribadi itu adalah dirinya sendiri bukan pesantren, sebab banyak orang menjadi baik setelah dari pesantren yang sebelumnya buruk.

Dari paragraf di atas, tidak boleh dipahami bahwa pondok tempatnya anak-anak nakal ya. Sebab, pondok pesantren bukan penampungan anak nakal, akan tetapi tempat pendidikan sebagaimana sekolah yang lainnya.

Kenapa saya bilang begitu?

Ketika saya bertugas di Cirebon, ada seorang ibu berkata begini; “hei cung, yen iro nakal tak manjingne pondok, lamun iro beli nakal beli papo iro neng smp” jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia bermakna seperti ini “hei nak, kalau kamu nakal, saya akan masukkan (sekolahkan) di pondok. Tapi kalau kamu tidak nakal, kamu boleh (sekolah) ke smp (umum)”.

Menurut saya, perkataan ibu itu seakan-akan bermakna pondok pesantren diperuntukkan anak nakal, walaupun niatnya mungkin biar anaknya tidak nakal. Tapi, bukankah yang kita ucapkan keluar dari mindseat pikiran kita? dan perkataan itu banyak diucapkan oleh para masyarakat di sana, wallahu a’lam.

Kalau begitu, langsung saja. Saya akan menerangkan beberapa pengalaman saya. Silahkan baca se-santai mungkin.

Menghafal Mufrodat

hafalan kosa kata- kegiatan bermanfaat santri di pesantren

tutorialbahasaarab.blogspot.com

Awal kali masuk pondok, saya sangat gembira masuk pondok sebagaimana kakak saya yang lebih dulu masuk pondok. Setelah setahun berlalu, saya sudah tahu tentang bahasa arab dasar, walaupun masih banyak kurangnya. Belum bisa berbicara bahasa Arab dengan baik sebagaimana kakak kelas yang duduk di bangku kelas tiga SMP dan Aliyyah.

Ketika duduk di bangku kelas dua SMP, saya mendapat materi pelajaran baru, yaitu muhadatsah. Pelajaran yang tidak asing lagi buat orang pesantren, yang berarti “percakapan” pakai bahasa Arab.

Disinilah saya mulai memperbanyak mufrodat (kosakata) bahasa Arab. Setiap pelajaran muhadtsah, ustadz selalu menyuruh menghafalkan mufrodat (kosakata) dan percakapan bahasa Arab.  Beliau menyuruh hafalan kosa kata dalam satu pembahasan.

Misalkan, sekarang kita menghafal tentang kamar tidur, maka kita mencatat apa yang di dalam kamar tidur, baik tulisan indonesia dan arabnya, sebagaimana yang ditulis di whiteboard, setelah itu kita menghafalkan-nya. Setelah itu, kita mengulangi-nya setiap sebelum pelajaran muhadatsah dimulai.

Namun, yang satu hal ini yang tidak bisa saya lupakan. Apa itu?

Ketika kita disuruh mengumpulkan dan menghafalkan 1000 mufrodat lalu membaca (tanpa teks) di depan Ustadz. Lumayan berat bukan? namun kita ta’ati itu semua dan bisa hafal, alhamdulillah.

Ustadz itu juga mengatakan bahwa seseorang itu akan bisa berbicara bahasa asing khususnya bahasa Arab minimal harus hafal 1000 kata. Memang begitu yang saya rasakan. Ketika kita sudah hafal sejumlah itu maka berbicara bahasa Arab lebih mudah untuk kita ucapkan. Hasil ada karena ada usaha.

Menghafal Al-Qur`an

hafalan- kegiatan bermanfaat santri di pesantren

mahad.uinjambi.ac.id

Menghafal Al-Qur’an merupakan hal yang sangat mulia. Seorang muslim yang membaca Al-Qur’an itu bagaikan jeruk, baunya wangi dan rasanya manis. Yang menghirup baunya menjadi suka dan dirasa manis juga enak di dalam dada. Banyak kebaikan di dalamnya!

Sebuah program yang hampir ada di semua pondok pesantren adalah mengahafal Al-Qur’an. Namun, kadar targetnya berbeda-beda tergantung sisitem pondoknya.

Langsung saja ya, sebab udah mulai capek ngetiknya hahaha.

Kita selalu menghafalkan al-Qur’an sendiri-sendiri setiap pagi dan mengajukkan hafalan 2 kali dalam seminggu. Karena sendiri-sendiri, maka banyak waktu yang digunakan tidur karena kantuk, hehehe. Tapi bukan itu yang mengesankan buat saya!

Inti!

Yang paling mengesankan adalah ketika saya menghafal al-Qur’an, namun tidak hafal-hafal. Tepatnya pada sore hari, di pojok kamar. Walaupun begitu, di dalam hati ada dorongan kuat untuk bisa hafal sekarang dan berharap kepada-Nya agar dimudahkan, ketika itulah saya menghafal sampai melelehkan air mata.

Setelah air mata menetes-netes seakan-akan tubuh sudah tidak ada daya. Alhamdulillah setelah itu, hafalan al-Qur’an semakin dipermudah oleh Allah bagi saya.

Membaca Kitab

foto baca kitab kegiatan bermanfaat di pesantren

ponpes-attaqwa.com

Di sini, saya akan bercerita ketika saya sudah duduk di bangku aliyyah setingkat sma. Langsung saja ke inti pembahasannya.

Hal yang termasuk paling mengesankan adalah membaca kitab ketika di pondok. Ini merupakan kebiasan yang belum pernah saya alami di mana pun. Setiap hari saya dan teman-teman selalu masuk maktabah (perpustakaan) untuk membaca kitab bersama-sama. Masuk pukul 06:00 WIB dan Selesai 08:00 WIB.

Biasanya kita membaca kitab duduk dengan barisan rapi yang saling berhadap-hadapan. Ketika beberapa waktu berjalan, biasanya kita saling berdiskusi ketika ada suatu hal janggal atau belum dipahami.  Tak luput juga, kadang kita juga bercanda ketawa, bukan terbahak-bahak ya.

Ternak Lele

ternak lele- kegiatan bermanfaat santri

andri-wicaksono-farm.blogspot.com

Suatu saat, Ustadz menerangkan bahwa pondok ada program penggalian bakat dan minat santri. Beliau menerangkan bahwa pondok membagi bakat dan minat menjadi 4 ; petukangan, perikanan, kelistrikan dan komputer.

Setiap santri dianjurkan untuk menulis bakat dan minatnya sesuai pada kolomnya yang diminati. Saya pun menulis bahwa saya minat pada peternakan. Setelah semua selesai, maka salah seorang kita mengumpulkan kertas ke kantor pondok

Setelah beberapa hari, ada sebuah ijtima sesuai dengan bakat dan minatnya. Yang saya maksud adalah yang minat dengan peternakan berkumpul menjadi satu dengan seorang ustadz, begitu juga yang lain.

Ustadz menerangkan di suatu waktu bahwa jika pakan lele jika terbuat dari bahan alami dan bla..bla..bla maka lele akan makan plangton-plangton yang dihasilkan olehnya.  Rasa dagingnya pun lebih enak jika dibandingkan dengan lele yang makanannya berupa pelet.

Maka kita pun diajak mempraktekkannya. Kita pun membuat kotakan yang terbuat dari terpal dan bambu yang kita isi dengan kotoran sapi, kotoran kambing dan lain-lain.

Yang mengesankannya adalah ketika kita mengambil kotoran sapi berpuluh-puluh ember dan masih basah lagi, tapi kita masih semangat. Seharian penuh kita mengerjakan itu. Kemudian dicampur dengan zat-zat lain lalu kita tutup dengan terpal.

Setelah 2 minggu, kita pindahkan makanan tersebut (yang kita buat dari kotoran) ke dalam kolam yang belum diisi air. Setelah selesai, kita isi air dan kita diamkan selama 3-4 hari.

Airnyapun berubah menjadi hijau dan kitapun masukkan bibit lele. Setelah tiga bulan, kitapun panen. Lalu kita goreng sehingga jadi lauk buat kita sepondok. Mantap!!!

KOLAM DI BEKONANG

budidaya-ikan-lele kegiatan bermanfaat di pesantren

untungwibowo.com

Satu pengalaman lagi ketika kita disuruh merawat satu kolam  lele yang cukup besar. Lokasinya berada di Bekonang.

Ceritanya, ada yang mau  memberi wakaf kolam kepada pondok, kalau tidak salah begitu. Intinya kolam tersebut diserahkan untuk dikelola pondok. Kita survei kolam tersebut. Ternyata kolam tersebut masih banyak tanah.

Dengan begitu, Ustadz saya pun mengistruksikan untuk kita bersihkan dan menambalnyakarena sudah pecah-pecah lantai kolam tersebut. Ketika membersihkan, kita mendapatkan ikan lele yang luamyan besar, sebesar kaki saya.

Akhirnya, kita ambil untuk dibawa ke pondok.

Hari berikutnya, kita menambalnya.

 

Leave a Reply