Suri Tauladan Keharmonisan Keluarga Rasulullah SAW

Contoh Keharmonisan Keluarga Rasulullah – Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam , sebagai panutan manusia, memberikan contoh keharmonisan keluarga. Beliau memberikan contoh bagaimana cara membangun keluarga harmonis dan bahagia.

Perlu diingat, bahwa Rasulullah menegaskan bahwa seorang istri bukanlah hanya sebagai objek kesenangan atau tempat menyalurkan kebutuhan biologis seorang suami. Begitu pula sebaliknya, bahwa seorang suami bukanlah hanya bekerja untuk menjemput rizki untuk anak dan istri nya semata.

Sesungguhnya perlu diketahui bahwa antar suami istri dan anak disitu ada pertalian suci yang kuat dan agung. Yaitu berupa saling mawaddah , kasih sayang dan kecintaan yang mengikat satu sama lain. Artinya, semua pihak wajib melakukan perbuatan yang penuh teladan dan yang mendatangkan kecintaan satu sama lain. Seperti misalnya : berlemah lembut, berucap yang baik sehingga mewujudkan keromantisan dan keharmonisan yang tulus di antara mereka.

Allah berfirman dalam surat ar-rum ayat 21 :

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Artinya:

Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.

Berikut ini adalah beberapa contoh keharmonisan keluarga rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang wajib menjadi teladan dan contoh bagi seluruh keluarga di dunia ini.

keharmonisan keluarga rasulullah
keharmonisan keluarga rasulullah

Rasulullah Sebagai Ayah Teladan, Penuh Perhatian Kepada Anak dan Istrinya

Selain seorang nabi, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga seorang ayah teladan. Rasulullah sangat penuh perhatian kepada anak anaknya walaupun sudah dewasa dan berkeluarga.

Misalnya, Rasulullah ketika hendak berperang badar, beliau berpesan kepada Usman bin Affan untuk menjaga istrinya yang sedang sakit, yaitu:  ruqayyah, putri Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Namun tak lama putri beliau ruqayyah meninggal. Ketika pulang dari perang badar , Rasulullah pergi ke pusara putrinya, ruqayyah.

Dalam sejarah juga tercatat, bahwa rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sering berkunjung ke kediaman menantu , anak dan sahabat sahabatnya. Begitu juga ,beliau rasullullah juga sering dikunjungi oleh anakanya Fatimah dan bibinya, Safiyah. Setiap kali fatimah berkunjung kepada beliau, selalu membawa anak nya , yaitu hasan dan husain, kedua cucu rasulullah yang tercinta.

Rasulullah Sebagai Mertua yang Sangat Pengertian

 

 

Leave a Comment