Apakah Kerja itu Ibadah ? Menjadikan Pekerjaan Sebagai Ibadah

Kerja itu Sebagai Ibadah – Dalam ajaran Islam, bekerja atau  berusaha merupakan bagian yang tak terpisahkan di dalamnya. Seorang mukmin atau yang beriman wajib bekerja untuk menghasilkan keuntungan finansial demi mencukupi kebutuhan diri dan juga keluarga. Baik itu bekerja secara tetap maupun sebagai seorang wirausaha. Terkait dalam hal kerja itu ibadah atau kerja sebagai ibadah, mari kita lihat firman Allah Ta’ala dalam surah Al-Jumu’ah ayat ke 10.

“Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi, dan carilah karunia / rizki Allah dan ingatlah Allah banyak banyak supaya kamu beruntung” QS. Al Jumu’ah (62) :10.

Kerja itu Sebagai Ibadah dalam Islam

kerja itu ibadah
joobstert

Islam mencintai seorang muslim yang giat bekerja, mandiri, dan juga rajin memberi. Sebaliknya, Islam membenci orang orang yang pemalas, suka berpangku tangan dan menjadi beban orang lain. Oleh karena itu, bekerja dalam pandangan Islam begitu tinggi derajatnya asal dilandasi dengan niat yang baik. Bahkan dalam Al quran disebutkan :

” dan orang orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah; dan orang orang yang lain lagi berperang di jalan Allah. QS.Al Muzzammil (73) : 20.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bahkan menyebutkan aktivitas bekerja sebagai ibadah jihad di jalan Allah. Diriwayatkan bahwa beberapa orang sahabat melihat seorang pemuda kuat yang rajin bekerja. Mereka pun berkata mengomentari pemuda tersebut, ” Andai saja ini dilakukan untuk jihad di jalan Allah.” Nabi shallallahu alaihi wa sallam kemudian bersabda: “Janganlah kamu berkata seperti itu. Jika ia bekerja untuk menafkahi anak anaknya yang masih kecil, maka ia berada di jalan Allah. Jika ia bekerja untuk menafkahi kedua orang tuanya yang sudah tua, maka ia di jalan Allah. Dan jika ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya, maka ia pun di jalan Allah. Namun jika bekerja dalam rangka riya atau berbangga diri, maka ia di jalan setan. (HR Thabrani) .

Jangan lupa ya, bekerjalah dengan niat mencari rizki karena perintah Allah  atau agar Allah ridho kepada anda.  Jadi mencari nafkah untuk anak, istri, kedua orang tua dan diri sendiri dengan niat agar Allah suka dan ridho kepada Anda. Supaya kerja anda dianggap sebagai ibadah tidak hanya rutinitas kegiatan biasa.

Para Nabi Juga Bekerja

kerja itu ibadah
apahabar

Manusia paling mulia di muka bumi ini adalah para nabi. Tugas yang mereka emban di dunia ini sangat lah mulia, yakni membawa risalah dan mengajarkannya kepada manusia yang lain. Allah sering mengisahkan kepada kita perjuangan dakwah mereka dalam Al quran. Namun begitu, Allah dalam al quran juga menyebutkan sisi lain dari kehidupan mereka. Mereka juga seperti manusia yang lain pada umumnya (tapi tentu tetap beda yak), termasuk dalam hal bekerja dan mencari penghidupan. Allah berfirman:

” dan kami tidak mengutus Rasul Rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar pasar. Qs. Al Furqon (25) : 20.

Imam Al Qurtubi  dalam tafsirnya menjelaskan, makasudnya mereka mencari penghidupan di dunia. Ayat ini merupakan landasan disyariatkannya bekerja mencari penghasilan baik dengan berniaga, produksi atau yang lainnya.

Nabi Adam bertani, Nabi Ibrahim menjual pakaian, Nabi Nuh dan Nabi Zakaria menjadi tukang kayu, Nabi Idris menjadi penjahit, dan Nabi Musa menjadi penggembala kambing. Allah mengisahkan pula dalam Al Quran bahwa Nabi Daud membuat baju besi :

” dan telah kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu, maka hendaklah kamu bersyukur kepada Allah. QS. Al Anbiya (21) : 80.

Nabi Muhammad Kerja Sebagai Penggembala Kambing dan Berdagang

kerja itu ibadah
riaukarya

Nabi kita yang mulia juga mengabarkan bahwa beliau pernah bekerja sebagai penggembala kambing. ” Tidaklah Allah mengutus seorang nabi melainkan pernah menjadi penggembala kambing. Para sahabat berkata : begitu juga engkau? Beliau bersabda, Ya aku pernah menggembala kambing penduduk makkah dengan upah sejumlah uang. HR Bukhori.

Selain itu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam  juga berdagang. Beliau pernah melakukan perjalanan bisnis ke negeri syam untuk menjual barang barang dagangan milik Khadijah radhiyallahu anha. Oleh karena itu, Islam sangat mendorong umatnya untuk bekerja dan berusaha mencari penghidupan. Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam  bersabda :

” Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik dari makanan yang dihasilkan  dari pekerjaan tangannya sendiri. HR. Bukhori.

Semangat ini juga dipahami oleh para sahabat. Mereka juga para pekerja. Dalam sebuah riwayat dijelaskan bahwa Abu Bakar penjual pakaian, Umar bekerja mengurusi kulit, Ustman bekerja sebagai pedagang, Ali bin Abi Thalib bekerja sebagai pegawai lebih dari satu kali untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Begitu juga dengan para sahabat  yanglain seperti Abdurrahmah , Thalhah, Zubair, Amr dan yang lainnya memiliki pekerjaan masing masing dalam rangka mencari penghidupan di dunia ini.

Oleh karena itu supaya pekerjaan kita bernilai ibadah, maka kita harus meniatkan aktivitas kerja kita untuk mencari ridho Allah dan beribadah kepada Allah. Nabi Muhammad bersaba :

” Sesungguhnya amal amal perbuatan itu tergantung niat. dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang dia niatkan. HR Bukhori & Muslim.

Niat sangat penting dalam bekerja. Jika kita ingin pekerjaan itu sebagai ibadah, maka niat ibadah itu harus hadir dalam sanubari kita ketika ingin bekerja. Segala lelah dan setiap tetesan keringat akan dipandang oleh Allah sebagai ketundukan dan amal sholeh disebabkan niat tersebut. Untuk itulah jangan sampai kita melupakan niat bekerja sebagai ibadah, sehingga kita tidak kehilangan pahala dari pekerjaan yang kita jalani.

Nah itulah artikel seputar kerja sebagai ibadah. Semoga bisa menjawab pertanyaan ” apakah kerja itu ibadah? ” bagaimana cara menjadikan kerja sebagai ibadah ? “. Pastinya kerja ibadah dapat dilakukan semua orang Islam, wallahu alam bis showab.

Leave a Comment