PENGALAMAN BERENANG ORANG GANTENG BERSAMA TEMAN-TEMAN

PENGALAMAN BERENANG ORANG GANTENG BERSAMA TEMAN-TEMAN

Pengalaman Berenang bersama Teman-teman

Pengalaman berenang– Pada waktu liburan semester datang, saya dan teman-teman terbiasa menghibur diri dengan mengadakan berbagai acara.

Untuk liburan kali ini, sangking semangat untuk liburan bersama, kita merencanakan agenda liburan jauh-jauh hari. Lebih tepatnya kurang lebih seminggu sebelum liburan tiba dan ketika itu kita masih dalam basecamp (asrama) pondok.

Yang kita lakukan pada saat itu membuat halaqoh. Biasanya, kalau halaqoh itu untuk mengaji, namun kali ini berbeda. Halaqoh kali ini adalah halaqoh pembahasan acara liburan.

Salah seorang teman mengumpulkan teman-teman yang  tempat tinggalnya di kota Solo untuk mensepakati acara liburan dan tempat berkumpul (tempat star acara).

Setelah sepakat hari pelaksanaan liburan, maka biasanya kami juga mengajak teman-teman yang jauh rumahnya dan dia tidak pulang.

Kenapa tidak pulang?

Memang biasanya mereka tidak pulang kampung karena ongkosnya mahal dan liburan hanya sepuluh hari serta rumahnya berada di luar pulau jawa.

Tak hanya mereka yang jauh dari luar jawa, mereka yang berada di sekitar solo (area Surakarta) pun ikut join untuk berenag, semisal yang rumahnya berada di sukoharjo dan karanganyar.

Sangat banyak teman-teman yang minat untuk ikut acara berenang , walaupun sebagian mereka belum mahir berenang. Tapi gak mengapalah.

Mungkin ada pertanyaan begini;

Ini orang sudah dipondok bersama-sama dan liburan kok juga bersama, apa gak bosen?

Jawabnya: tidak ada bosan untuk refreshing bersama, toh sudah diperkirakan waktunya dan sudah dirancang untuk tidak terlewatkan dari birrul walidain, berbuat baik kepada orang tua.

Teman-teman pun mulai berdatangan pada tempat yang sudah ditentukan. Sebagian datang dengan motor dan juga ada yang diantarkan.

Pengalaman dalam Persiapan Berenang

persiapan pengalaman berenang bersama-sama
freepik.com

Kalau biasanya orang itu  persiapan segala acara sangat repot sekali (khususnya berenang). Sebaliknya, bagi kita tidak begitu. Dan ketika biasanya orang sangat mudah mendapatkan kendaraan atau tidak repot dengan hal semacam itu, justru kita sibuk dengan  itu.

Terus, maknanya apa sih parangraf di atas?

Begini, kita anak muda tidak terlalu tersibukkan dengan membawa banyak barang bawaan, baik dari pakaian, makanan dan lain sebagainya,   yang mana orang banyak tersibukkan dengan hal-hal tersebut.

Kebanyakan kita hanya membawa ganti celana saja dan tidak membawa kaos, sebab hanya butuh ganti celana. Sebagian juga membawa satu baju untuk ganti dikarenakan mereka berenang dengan memakai baju.

Untuk merincikan barang yang dibawa oleh teman-teman, saya akan tuliskan berikut ini:

  1. Tas atau Kantong plastik untuk wadah pakaian
  2. Membawa celana ganti untuk ganti,
  3. Kamera / handphone dan uang

Sangat simpel bukan?

Di sisi lain, kita tersibukkan dengan mencari kendaraan yang akan mengantarkan kita ke kolam renang, yang mana banyak orang sudah punya dan tidak perlu tersibukkan dalam hal kendaraan.

Akhirnya pun, kita memutuskan sebagian kita berangkat dengan motor dan sebagian lain dengan mobil.

Seingat saya kita terdiri dari tiga kendaraan bermotor dan satu mobil. Dan Alhamdulillah, empat kendaraan tersebut dapat mengangkut kita semua yang berjumlah lima belas orang.

Kita pun berangkat lumayan pagi dan menghabiskan waktu kurang lebih dua puluh menit. Kita berangkat pukul setengah sembilan pagi dan tiba jam sembilang kurang sepuluh menit.

Setelah sampai kolam renang, kita tidak langsung berenang, tapi awal yang kita  lakukan itu adalah olahraga ringan agar tubuh kita tidak kram koketika berenang. Dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Setelah di rasa cukup pemanasan-nya, satu persatu masuk air dengan gaya masing-masing. Ada yang masuk dengan gaya salto, gaya umumnya dan ada juga dengan gaya orang takut (bagi yang belum mahir berenang).

Pengalaman Berenang di Umbul Asri

kolam renang umbul asri tempat kita berenang- pengalaman berenang
Kolam Renang Umbul Asri via JejakPiknik.com

Untuk menuliskan pengalaman berenang dalam hidup kita, kita memilih kolam renang yang layak pakai.

Di daerah Surakarta dan sekitarnya ada beberapa kolam renang yang indah, segar dan layak guna seperti Kolam renang Tirtomoyo, Umbul Ponggok, Umbul Asri, Banyu Milli, dan lain sebagianya .

Dari beberapa jenis kolam yang indah tersebut, kita sepakat memilih satu kolam yang meurut kita layak dan recommended, yaitu kolam renang umbul Asri.

Sedikit cerita tentang kondisi kolam renang yang kita pilih. Kolam renang Umbul Asri yang kita pilih adalah kolam renang jarang ditemukan oleh orang.

Kenapa begitu?

Karena kolam renang ini membedakan antara perenang laki-laki dan perenang perempuan. Tidak campur baur antar laki-laki dan perempuan.

Kolam renang tersebut bisa kita sebut dengan kolam renang Syariah.Dari depan pintu masuk, sudah terlihat  mana pintu bagi pria dan mana pintu bagi wanita. Seorang perempuan yang datang di kolam renang ini  dianjurkan untuk pakai pakaian syar’i.

Cuaca dan air kolam  renang tersebut sangat mendukung dan terasa segar. Sekeliling kolam tersebut banyak kolam peternakan ikan dan pertanian.

Selain itu, kolam renang ini sangat mencukupi fasilitasnya. Kamar mandi banyak, sehingga tidak harus lama mengantri. Ada tempat beli makan dan aneka jajanan.

Menyantap Hidangan Setelah Berenang

Setelah beberapa jam berada di air dan waktu pun makin siang, mulailah perut berbunyi bagaikan suara air yang jatuh kebawah. Pengalaman berenang pun dihiasi dengan acara senang ria.

makan lele gorang setelah berenang
Lele Goreng

Karena sudah lapernya bukan main, kita pun memesan lima porsi makan yang terdiri dari lele bakar sambal kecap dan lele goreng sambel pedas. Setiap satu posrinya terdiri dari empat ikan lele, sambal dan lalapan, hehehehe.

Lumayan bukan ?

Dan juga kita juga memesan dua wakul nasi sebagai tambahan nasi serta minuman sesuai selera masing-masing.

Setelah memesan, kita pun mencari tempat nomor dua belas (anggap saja begitu). Kita menunggu dengan kondisi segar karena sudah mandi dan kita bercanda serta bercerita.

Datanglah ibu-ibu membawa lele bakar dan goreng yang beralaskan nampan, seraya berkata; “nomer dua belas” . Salah seorang kita pun semangat menjawab; “di sini, bu! di sini”. Ibunya pun menyerahkan pesanan kita.

Keadaan semakin mantap, senangnya kita semua terlihat pada expresi diri kita. Kita pun membagi tiga kelompok makan, agar mudah dan nyaman ketika menyatap pesanan kita.

Dengan semangat menyantap pesanan hidangan kita, kita mulai dengan berdo’a bersama sebagaimana ilmu yang kita ketahui.

Setelah beberapa menit kita gunakan waktu untuk makan dan makanan pun  mulai habis serta minuman sudah kita minum kita pun mulai mencuci tangan dan berkemas. Setelah berkemas, kami pun melaksanakan sholat berjamaah.

Alhamdulillah, hari yang sangat  menyenangkan dan mengenyangkan kita hari ini dengan mengamalkan sunnah dan makan berjamaah serta kebersamaan.

Begini Pengalaman Akibat Berenang

Berbagai kegiatan di kolam renang kita lalui, kita beranjak menuju ke tempat kita kumpul. Setelah itu, dialnjutkan dengan pulang kerumah masing-masing.

tidur setelah berenang- pengalaman berenang
pixabay.com

Setelah sampai di rumah, barulah terasa capek. Tak lama kemudian saya pun tertidur karena Lelah telah menyelimuti diri saya.

Itulah cerita pengalaman berenang saya. Semoga ada pelajaran yang bisa dipetik. Amiin. Tunggu cerita selanjutnya ya.

Tinggalkan komentar