sejarah kota jakarta

Sejarah Kota Jakarta sebagai Ibu kota Negara Indonesia

Sejarah Jakarta sebagai Ibu kota Negara – Jakarta adalah ibu kota negara Republik Indonesia yang memiliki populasi penduduk lebih dari 180 juta. Jakarta memiliki 300 kelompok etnis lebih yang berbicara dalam 200 bahasa yang berbeda dari seluruh penduduk Indonesia. Sebagai ibukota negara, seperti apakah sejarah kota Jakarta yang memiliki keragaman dalam linguistik, budaya, dan tradisi keagamaannya ini?

Sejarah Kota Jakarta

sejarah kota jakarta

sejarah kota jakarta

Sebelum diberi nama Jakarta, kota ini bernama Batavia pada tahun 1949–1972. Sebelum Batavia, Jakarta juga disebut dengan nama Sunda Kelapa saat pemerintahan Kerajaan Sunda dan Jayakarta di  bawah kepemimpinan Sultan Banten. 

Setelah di bawah kepemimpinan Sultan Banten, Jakarta kemudian berkembang dalam tiga tahap yakni dengan wilayah Kota tua yang ada di dekat laut. Perkembangan awal ini dikembangkan pada tahun 1619- 1799 di bawah kepemimpinan selama era VOC.

Kemudian pada tahun 1809 hingga 1942 di bawah kendali pemerintah Belanda, Jakarta di bagian selatan mulai dikembangkan. Adapun perkembangan Jakarta yang terakhir adalah saat proklamasi kemerdekaan tahun 1945 hingga dikenal sebagai kota Jakarta saat ini. 

Jika dirinci secara detail yang tepat perkembangan kota Jakarta dimulai pada tahun 1619, 1622, 1627, 1632, 1635, 1650 dan 1667 hingga sekarang.

Sejarah Kota Jakarta juga dimulai ketika kota ini pelabuhan yang berkembang pesat di mana banyak pedagang yang merencanakan perjalanan melalui jalur pelabuhan di Jakarta. Jakarta yang dahulu terletak di dataran aluvial rendah dengan daerah rawa yang luas sangat mudah banjir selama musim hujan. Pengeringan rawa kemudian dilakukan untuk tujuan pembangunan. 

Jika Anda berdiri di atas Menara Syahbandar (Menara Pengamatan) di seberang jembatan Kali Besar, daerah tertua di Jakarta masih terlihat dengan kentara. Salah satunya di sebelah utara Anda bisa melihat pelabuhan tua yang terdapat jembatan gantung tua yang telah direnovasi. Pada masa kolonialisme jembatan itu disebut Hoender pasarbrug atau Jembatan Pasar Ayam. 

Saat itu, antara abad 17 dan awal 18, sungai Ciliwung bahkan bisa dilayari oleh sebuah kapal. Nah, di sebelah selatan jembatan inilah yang menjadi daya tarik kota pelabuhan Sunda Kelapa yang dahulu sibuk membentang di kedua sisi sungai antara abad ke-12 dan ke-15.

Cek juga : Spot Foto di Jakarta yang Bagus dan Instagramable

Karakteristik Kota Jakarta

sejarah kota jakarta

sejarah kota jakarta

Secara ekonomi, kota Jakarta sangat memainkan beberapa peran penting di berbagai sektor. Jakarta dapat diidentifikasi sebagai ibukota nasional dan pusat kendali bagi ekonomi nasional. Selain itu, Jakarta adalah pusat administrasi dan pusat industri yang signifikan. Keberadaan  Jakarta yang memiliki pelabuhan menjadikan kota ini sebagai pusat perdagangan yang penting.

Populasi Jakarta bahkan telah meningkat secara dramatis sejak tahun 1940. Sebagian besar dari peningkatan itu disebabkan oleh imigrasi, yang telah mengubah Jakarta menjadi salah satu aglomerasi perkotaan terbesar di dunia. 

Meskipun pemerintah telah menutup kota imigrasi  kondisi ekonomi yang lebih baik pasti akan tetap menarik orang-orang desa untuk datang ke Jakarta. Selain itu, sebagian besar populasi di Jakarta didominasi oleh orang-orang muda. Jika dianalisis orang-orang muda ini adalah imigran yang kebanyakan berasal dari daerah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kemudian setelah itu imigrasi ini berasal dari kelompok Sumatra, orang Arab, India, Eropa, dan Amerika. Walau sudah dibangun dan mengalami beberapa perkembangan, beberapa bangunan di Jakarta yang memiliki kekayaan arsitektur atau sejarah masih berdiri.

 Beberapa bangunan bersejarah masih terlihat di Jakarta, seperti Gedung Arsip Nasional yang pada awalnya adalah istana gubernur jenderal Belanda, Abraham van RiebeeckIstana Kepresidenan yang menghadap Monas hingga Kota Tua Jakarta yang sangat ikonik. Kota tua Jakarta juga menyimpan beberapa sejarah zaman dahulu. 

Cek juga : Wisata di Jakarta yang Bagus Untuk Wisatawan

Sejarah Kota Tua Jakarta 

sejarah kota jakarta

sejarah kota jakarta

Kota Tua Jakarta dibangun dengan kanal-kanal yang membentuk multi-grid di mana Belanda dapat mengukur tanah, menghitung kepadatan, dan mengatur bangunan secara efektif. Perencanaan kota oleh VOC memisahkan kota utama dan pinggiran kota. Kota utama di sini adalah Kota Tua Wilayah Jakarta, dan daerah pinggirannya adalah wilayah kota Glodok atau Cina.

Kota Tua Jakarta adalah sebuah bangunan di sudut kota Jakarta yang mempertahankan banyak elemen dari wujud konstruksi aslinya. Kota Tua dirancang oleh Simon Stevin dengan konsepnya tentang ‘kota ideal’. Kota tua dibangun atas inspirasi oleh semangat yang digunakan saat membangun untuk kota-kota VOC lainnya. 

Konsep pembangunan kota tua adalah tentang kota yang berdinding persegi panjang dan dibelah dua oleh Sungai Ciliwung atau Kalibesar yang dirancang menjadi saluran lurus. 

Sesuai dengan konsep Stevin, bagian terpenting kota tua adalah benteng, yang melambangkan kekuatan, sedangkan balai kota, pasar, dan bangunan umum lainnya didistribusikan di blok-blok yang dibuat oleh pola kanal.

Kota Tua Jakarta adalah contoh yang baik dari perencanaan kota oleh Belanda pada era VOC. Akses kota ini bisa menuju ke muara Sungai Ciliwung melalui sungai. 

Walau sudah ribuan tahun berlalu, kota Tua Jakarta masih memiliki gaya dan bentuk yang sama seperti ketika dibangun oleh VOC. Kota tua masih memiliki bentuk persegi 1 km x 1,5 km dengan Ciliwung sebagai pusat kota, memisahkannya menjadi timur dan barat. 

Sisa-sisa konstruksi Belanda masih ada di daerah timur seperti Balai Kota (Stadhuis) dan Gereja Portugis Luar. Di sebelah baratnya ada rumah Gubernur Jenderal Van Imhoff (Toko Merah), Rumah Radermacher, Gudang Terapung, Gudang Barat dan sisa-sisa tembok kota (Museum Maritim), sisa-sisa benteng, serta Menara Syahbandar.

Jika Anda menginjakkan kaki di Jakarta, rasanya belum lengkap jika tidak mampir ke Kota Tua sambil menyelami sejarah yang ada di kota ini. Susuri setiap area di Kota Tua dan bayangkanlah hidup di masa-masa Belanda saat itu. 

Leave a Reply