Belajar tentang Syarat dan Rukun wudhu dari Kitab Fiqih Ulama

Syarat dan Rukun Sholat– Apakah kamu tahu sebuah amalan yang biasa dilakukan sebelum sholat? Ya, betul sekali yaitu wudhu. Wudhu merupakan hal yang wajib dilakukan oleh seorang muslim sebelum sholat, bila dalam kondisi hadats kecil. Berbeda bila dalam kondisi hadats besar. Dalam kondisi hadats besar maka sebelum sholat, seorang muslim harus mandi besar atau janabah.

Hal ini beradasarkan ayat 6 surat Al-Maidah yang artinya sebagai berikut:

Wahai orang-orang yang beriman! Bila kamu hendak melaksanakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki.

Ayat 6 surat Al-Maidah di atas, menerangkan akan wajibnya berwudhu (bersuci) ketika henda melakukan sholat, bila kondisi ada air. Namun bila tidak ada air seseorang bisa menggantikan wudhu dengan tayamum.

Nah, dalam rangkaian pelaksanaan ibadah wudhu, ulama membuat kitab yang membahas secara keseluruhan dan mendalam. Di dalam kitab-kitab ulama yang ada, rangkaian wudhu itu terbagi menjadi beberapa bagian, seperti rukun wudhu, syarat wudhu, sunnah wudhu dan lain sebagainya. Hal ini perlu kita ketahui dan pelajari.

Apa manfaatnya?

Mengetahui tentang itu semua akan mendewasakan kita. Contoh, rukun wudhu merupakan hal yang wajib dilakukan ketika wudhu, sehingga meninggalkannya tidak sah. Sedangkan sunnah wudhu merupakan hal yang jika dilakukan akan mendapatkan pahala, dan meninggalkannya tidak mendapatkan pahala, namun tidak mendapatkan keutamaan. Untuk itulah disini, saya akan menuliskan tentang syarat dan rukun wudhu.

Syarat-syarat Wudhu Menurut Ulama

Menurut ulama, pembahasan syarat wudhu itu terbagi menjadi dua bagian, yaitu syarat wajib wudhu dan syarat sah wudhu. Hal ini  sebagaimana yang tercantum dalam kitab Al-mausuatul fiqhiyyah alkuwaityyah, bab wudhu sebagai berikut:

شروط الوضوء منها ما هو شرط في وجوبه ، ومنها ما هو شرط في صحته ، ومنها ما هو شرط في وجوبه وصحته معا
والمراد بشروط الوجوب : هي ما إذا اجتمعت وجبت الطهارة على الشخص
وشروط الصحة هي ما لا تصح الطهارة إلا بها

artinya:

syarat wudhu itu adakalanya syarat dalam kewajiban wudhunya dan adakalanya syarat sah wudhu-nya, serta adakalanya syarat dalam kewajiban dan sah nya wudhu secara bersamaan. Dan yang dimaksud dengan syarat wajib wudhu adalah beberapa hal yang berkumpul pada diri seseorang yang mewajibkan seseorang untuk thoharoh. Adapun syarat sah wudhu itu adalah sebuah hal yang tidak sah bersucinya sesesorang kecuali dengan hal tersebut.

Jadi, dalam hal wudhu ada dua syarat yaitu syarat wajib dan syarat sahnya wudhu. Kedua hal termasuk dari rangkaian tata cara wudhu, termasuk juga doa sebelum dan setelah wudhu. Untuk mengetahuinya secara rinci, akan saya sebutkan di bawah ini.

Syarat Wajib Wudhu

Setelah menelaah kitab Al-mausuatul fiqhiyyah alkuwaityyah , (semisal kitab safinah namun berisikan gabungan fiqih 4 mazhab), ada beberapa syarat wajib yang mengharuskan orang untuk berwudhu. Berikut ini saya sebutkan satu persatu (silahkan dihafalkan dan diperhatikan ya, hehehe) :

  1. Berakal, kebanyakan ahli fiqih berpendapat bahwa akal merupakan syarat wajib untuk wudhu, sebab dalil yang ada ditujukan kepada yang berakal. Berbeda dengan malikiyyah (pengikut mazhab Imam malik). Mereka mengatakan akal merupakan syarat wajib dan syarat sah wudhu secara bersamaan.
  2. Baligh, para ahli fikih mengatakan bahwa baligh salah satu syarat wajibnya wudhu. Tidak ada kewajiban bagi seorang bayi untuk berwudhu. Nanum, bila anak kecil yang mumayyiz berwudhu, maka wudhunya sah.
  3. Islam, Menurut madzhab Alhanafiyyah (pengikut mazhab Imam Hanafi) bahwa beraga islam merupakan syarat wajib wudhu. Adapun menurut Asy-syafiiah (pengikut mazhab Imam Syafi’i),  Alhanabilah (pengikut mazhab Imam Ahmad) , Malikiyyah berpendapat bahwa beragama islam termasuk dari syarat sah wudhu.
  4. Bersih dari hal perusak atau pembatal wudhu, seperti haid dan nifas.
  5. ِAdanya Air bersih minimal cukup untuk sekali basuh pada anggota wudhu, merupakan salah satu syarat wajibnya wudhu. Dengan begitu, tidak ada kewajiban untuk berwudhu bila tidak ada air.
  6. Mempunyai kemampuan untuk menggunakan air.
  7. Wajib adanya hadats yang mewajibkan untuk berwudhu.
  8. Masuk waktu sholat, hal ini termasuk dalam hal wajib muwassa` (wajib yang mempunyai waktu cukup lama)
  9. Dakwah sampai kepada seseorang, termasuk syarat wajibnya wudhu adalah bila dakwah nabi Muhammad sudah sampai kepada seseorang.

Itulah 8 syarat wajibnya wudhu yang perlu kita ketahui bersama. Adapun penjelasan tentag syarat sah wudhu, baca keterangan berikut ini.

Syarat Sah Wudhu

Adapun syarat sah wudhu, ulama

  1. Air wudhu yang bersih minimal harus mengenai anggota wudhu yang diwajibkan (rukun wudhu)
  2. Tidak ada sesuatu yang menghalangi air wudhu untuk sampai kepada kulit anggota wudhu
  3. Bersih dari hadats ketika berwudhu, karena bila ada hadats ketika berwudhu maka tidak sah wudhu seseorang tersebut
  4. Mengetahui dan faham tentang ilmu tata cara wudhu
  5. Air wudhu harus menyentuh anggota wudhu
  6. Niat wudhu
  7. Menggunakan air yang bersih dan halal. Tidak sah wudhu seseorang yang menggunakan air curian, air ghosob dll.

Rukun-rukun Wudhu

Ulama atau ahli fiqih telah sepakat bahwa membasuh wajah, membasuh tangan hingga kedua sikut, mengusap kepala, membasuh kedua kaki hingga kedua mata kaki termasuk dari hal yang wajib dilakukan ketika berwudhu. Namun ada perbedaan pendapat ulama dalam beberapa hal. Berikut penjelasan tentag rukun wudhu.

Rukun Wudhu yang Disepakati Ulama Fikih

  1. Membasuh Wajah
  2. Mengusap kepala
  3. Membasuh kaki

Rukun Wudhu yang Ada Perbedaan Pendapat di antara Ulama

  1. Niat
  2. Berkelanjutan, sehingga tidak kering sebagian anggota wudhunya
  3. Tertib atau runtut
  4. menekan-nekan anggota wudhu ketika berwudhu

 

Leave a Reply